5 Cerita lucu dari Presiden Jokowi 2017 hingga para Menteri bikin ngakak

Setiap orang pasti memiliki cerita lucu tersendiri dalam hidupnya. Baik dari kejadian di lingkungan keluarga sampai ke pekerjaan.

Cerita-cerita lucu tersebut juga dimiliki oleh para pejabat negeri saat ini. Mulai dari Presiden Joko Widodo hingga para menterinya ternyata punya cerita lucunya masing-masing.

Terbaru ialah dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Kejadiannya terjadi saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati.

Sidak dilakukan Menteri Amran untuk memastikan harga pangan stabil menjelang Ramadan. Pada sidak kali ini, Menteri Amran tidak ingin dikawal dan berpura-pura menjadi pembeli.
Menteri Amran mengaku, saat menanyakan harga, sampai diusir oleh pedagang saat menjalankan tugasnya di pasar tersebut. Bagaimana cerita lengkapnya? Lalu apa cerita Presiden Jokowi dan para menteri lainnya?




1. Tawar harga bawang saat sidak, Menteri Amran sampai diusir pedagang

Sabtu (13/5), Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan sidak ke Pasar Induk Kramat Jati. Menteri Amran mengatakan ada yang unik saat melakukan sidak kali ini.

Di mana masyarakat tidak mengenali dirinya karena tanpa pengawalan. "Aku diskusi, ada yang menarik karena sendirian kan. Ku tawar yang sebelah Rp 25.000 bawang merah, sebelahnya Rp 27.000. Nah aku tawar kan, tidak mau. Katanya 'Tidak usah nawar nawar kalau tidak mau beli' lalu aku diusir. Ya sudah," ungkapnya sembari tertawa hahahahaaa



2. Suara wajib kwang-kwong-kwang-kwong untuk Presiden Jokowi

Merdeka.com - Saat Presiden Jokowi pindah rumah ke Istana Negara, dia mengaku akan membawa kodok kesayangannya juga. Jokowi mengaku memang sudah memelihara kodok semenjak masih menjabat sebagai wali kota Solo hingga menjadi gubernur DKI Jakarta.

Jokowi memelihara kodok bangkong dan kodok ijo yang jumlahnya bisa mencapai 20 ekor. "Kodoknya ada di sana (Istana), kamu lihat nanti," kata Jokowi di rumah dinas gubernur, saat akan pindahan ke Istana Negara.

Alasan Jokowi memelihara kodok dan ingin membawanya ke istana cukup sederhana. Jokowi ingin suasana di istana nyaman dan jauh dari hingar bingar suara kendaraan.

"Supaya kalau malam ada suara kodok. Kwang-kwong, kwang-kwong, kwang-kwong. Kan enak, jadinya fresh otaknya. Masa tiap hari dengarnya sepeda motor, bus, mobil," kata Jokowi. hahahahahaaaa


3. Terlalu fokus kerja, suami Menkeu Sri Mulyani cemburu

 Menteri Keuangan Sri Mulyani mempunyai cerita lucu dalam tugasnya sebagai menteri dengan segudang permasalahan ekonomi Indonesia. Akibat terlalu fokus mengurus negara, Menkeu Sri Mulyani mengaku sampai membuat sang suami cemburu.

"Semenjak saya jadi menteri keuangan ada dua UU yang setiap hari dia tidur bersama saya, jadi bantal saya. RUU APBN-P 2016 dan UU Tax Amnesty. Dia (undang-undang) lebih dekat dari suami saya dan sekarang dia cemburu dengan UU itu karena terus saya lihat," katanya dalam sambutan acara 'Tax Amnesty Update' untuk Civitas Akademika UI di Balai Sidang UI, Depok.

Menteri Sri Mulyani menyadari ini adalah pekerjaan sulit. Semenjak memutuskan untuk kembali menjabat sebagai menteri, dirinya tahu akan ada banyak tekanan dalam menjalankan tanggung jawab ini.


4. Menteri Susi curhat mau ngebom kapal tapi tak punya bahan bakar

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kerap mengancam kapal asing ilegal yang beroperasi di Indonesia. Susi bahkan dengan tegas mengancam bakal mengebom kapal asing nakal yang mengambil ikan secara ilegal.

Namun Susi mengaku bingung cara mengebom kapal asing tersebut. Sebab, Kapal Indonesia tidak bisa jalan lantaran tidak punya bahan bakar Solar.

"Saya ngancem bom, tetapi kapal buat ngebomnya tidak bisa jalan, karena tidak ada Solar. Sedih, seperti nelayan kita mau buat ikan asin tidak ada ikannya," ucap Menteri Susi.



5. Kerap frustasi, Menteri Susi sampai ingin pulang kampung

Beliau Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bercerita mengenai pengalamannya semenjak jadi menteri. Menurutnya, tidak mudah menjadi menteri yang bertugas untuk memperbaiki negara, bahkan dia kerap merasa frustasi dengan tugas yang diembannya.

"Membuat sebuah perubahan bukan hal mudah. Kadang frustasi, mau pulang saja. Tapi kalau pulang (ke Pangandaran) sepi tidak ada Susi di Jakarta. Tapi yang saya lakukan ini untuk kebaikan," kata Susi di kantornya, Jakarta.